Jodohku! Maunya..

hey hey lama tak merekam kisah, kali ini mau bahas yang menurut gue HOTEST Topic tapi agak berat dan udah rana dewasa lagi.  muehehe.


 

beberapa hari yang lalu menghadiri pernikahan seorang teman, dan sebelumnya lagi abis ngobrol ngobrol juga dengan pengantin baru. dan gue bisa menyimpulkan keduanya memiliki persamaan, yaitu persamaan proses dalam menikah

apa itu? dari usut punya usut, pasangan ini menikah dengan proses ya bisa dibilang suci, tanpa menodai rasa cinta. mereka melalui dengan syar'i yaitu dengan TKW.  Taaruf (Re;Pengenalan) Khitbah  (Re:pertunangan) dan Walimah (Re;menikah)  subhanallah ya? 

salah satu yang menikah dan bersyukur sempat banyak ngobrol juga, ia bercerita proses pengenalanya hanya satu bulan. ya satu bulan, uniknya dan sweetnya si laki laki ini langsung melamarnya, percis kaya di film film "will you marry me?" uhg meleleh. kata kata yang gue inget banget, dia gak mau melewati pengenalan lama lama, takut ada penengah selain Allah. lalu ia meminta kepastian lelaki ini untuk memutuskan, dan akhirnya dengan tanggap laki laki ini memproses semuanya.

dari cerita diatas, siapa sih ya yang gak mau? yang gak pengen? tiba tiba layaknya pangeran dateng dan meminta kita menjadi pasanaganyya, pastinya dari setiap kita mau menikah, betul?  menanti pasangan yang siap berjuang bersama sama, terlebih bertemu banyaknya persamaan dengan kita. will you marry me? luar biasaaa:D


sebelumnya cuma cukup tau apa sih taaruf. dan jujur, agak maragukan taaruf. gimana bisa dengan proses yang begitu singkat "kita bisa kenal calon pasangan kita? gimana bisa kita tau pemikirannya kalo ngobrol harus ada perantaranya?" itulah pertanyaan yang begitu tanda tanya di dalam otak gue

 hem.. setelah bercerita perasaan ragu mulai yakin. kakanya bilang In sya allah bisa,asal kita yakin dan menyerahkan segalanya pada Nya. tiba tiba gue menyambungkan pikiran gue dari teman gue yang bisa dibilang pelaku nikah muda. pernah iseng tanya apakah pacaran berpengaruh dalam pernikahanny? ia pun dengan tegas juga membantah, gak gak beda bangeet. pas waktu pacaran sama nikah itu beda, gak menjamin pernikahan dan (parahnya) bisa mengenal pasangan lebih utuh lagi " dan dia juga menasihati gue kalo mau mutusin buat mikir dan perdalam lagi.

sangat berterimakasih pertemuan dengan mereka, ins syallah harus punya idealisme. lebih dari sekedar prinsip. mau menjalani hubungan suci haruslah melalui proses yang suci, jangan seperti noda, walaupun udah bersih tetap membekas bukan? lagi lagi teriang dengan tulisan mas @JayaYea " pacaran tidak membuat kamu dewasa, tapi beradegan dewasa"

mau kan orang yang menggengam erat tangan kita kelak, memeluk hangat dan mencium mesra itu  orang yang menjadi pertama dan terakhir dalam hidup kita. yang halal yang ter daftar di negara maupun agama yaitu suami alias its you  Kakanda :) kata mereka yang udah melakukan tanpa proses pacaran, beda loh ada sensainya tersendiri, ada deg degan malu malu gimana uh :>

yakin dan percaya, walaupun perkembangan zaman yang begituuu modern, trendy kaya sekarang ini pasti masih ada lelaki yang memuliakan wanita dengan jalan yang Allah ridhoi. semoga.

tetap menanti dalam taat and dream come true! yuk bareng bareng  :)



minoritas dari mayoritas


Never Ending to Learn









 "Belajar belajar dan belajar itulah tugasnya pelajar. "
 photo m083.gif photo m083.gif photo m083.gif

Begitulah yang sering kita dengar mungkin dari kecil. ntah itu dari orang tua dan guru.  hem mari berhenti sejenak. Apa iya? anway, kalo denger kata belajar itu dimana sih? hehe kebanyakan kita bahkan dulu yang gue belom tau ya belajar cuma disekolah,kampus, rumah ditempat tempat cari ilmu seperti tempat les, pengajian. dan didalamnya pasti ada guru dan murid,selepasnya yaudah gak lagi hehe.  itulah belajar. itu dulu pemikiran gue, sempit ya?


too hope, too hurt


 

"Suatu ketika ada dua bersahabat yang begitu dekaaaaat dan akrab bahkan setiap orang melihatnya mengira mereka adalah dua bersuadara, ya meraka bernama Tulip dan Mawar. dimana ada Tulip bisa dikatakan ada juga Mawar begitu juga sebaliknya.

Ketika Mawah merasa sedih Tulip pun selalu siaga untuk menghibur mawar kembali jua ketika Tulip merasakan hal yang sama Mawarpun tak mau kalah akan siap menghibur sahabat kesayangannya si Tulip. Itulah prinsip persahabatan mereka sebisanya selalu ada suka dan duka. sampai suatu ketika Tulip merasa hanya mawarlah yang mengerti tulip. rasanya ada yang kurang tanpa ada si mawar. setiap harinya hubungan mereka selalu hangat :)

fatamorgana



 
HIJAZ - FATAMORGANA

Deras arus dunia menghanyutkan yang terleka
Indah fatamorgana melalaikan menipu daya
Dikejar dicintai bak bayangan tak bertepi
Tiada sudahnya dunia yang dicari