Hey Masalah!











"Adanya masalah memang menyakitkan,menegangkan dan tidak mengenakan. Tapi percayalah jika kita peka dan sadar, pelan-pelan kita menemukan begitu banyak hikmah maupun pelajaran didalamnya yang sengaja Allah titipkan. You will get it what Allah want.


Semangat berjuang dan mencari apa maksud dari Allah di dalam masalah itu 💪👊"_ #MuslimahFighter

Hati-hati dengan kata-kata yang membinasakan!






Ada seorang laki-laki  berumur 25 Tahun, bernama Andro.  Terlihat laki-laki tersebut dari penampilan dan gestur tubuhnya sedikit bungkuk jika berjalan, hidupnya seperti hanya dia dan Tuhan yang tahu, karena ia begitu asyik menjalani harinya tanpa banyak orang dan kawan yang menemaninya, semua diperkuat saat berbincang laki-laki tersebut menjawab seadanya tanpa basa basi.

Sampailah titik klimaksnya, ia merasa ada kejanggalan dalam hidupnya.  Bahwa ia mulai merasa kesepian dan merasa hidupnya tak seberuntung orang lain, ia  juga bertanya kepada Tuhan, kenapa belum ada wanita yang mau ia jadikan istri. Kemudian seakan ada yang mengerakannya untuk mencari jawaban yang ia tanyakan secara berulang-ulang, dengan tekad yang kuat ia mendatangi seorang psikolog untuk mengeluhkan masalah yang terjadi pada hidupnya.

Setelah melakukan konseling beberapa kali, terjadilah kesimpulan bahwa masa lalunya tepatnya masa kecilnya ia mengalami trauma yang hebat bahwa ia mendapatkan  bully-an verbal dari temannya, dan saat dirumah ia selalu dibandingkan dengan adiknya, hanya karena adiknya jauh lebih pintar dan cemerlang dalam prestasinya.

Dengan tangisan yang tersedu-sedu, ia menceritakan semua pada psikolog yang ia percayai, dan keluarlah kata kata dari laki-laki tersebut "iya aku gak berharga aku beda dengan yang lain, aku bodoh, benar kata ibuku, adiku memang bisa jadi banggaan, semua orang menganggap aku lemah."


Jleb! ternyata bertahun-tahun laki-laki tersebut menyimpan rahasianya begitu rapat. Hanya karena perkataan yang dilontarkan sang teman dan dibandingkan dengan sang adik membuat perilaku sang laki tersebut menjadi minder, dan merasa tak berharga.

Dari kisah tersebut, Dapat disimpulkan mungkin tak jarang kita menemui wujud laki-laki tersebut di banyak orang bahkan wujud laki-laki tersebut didalam diri kita.

Ternyata setelah di telusuri,  betapa hebat dan kuatnya sebuah kata-kata yang terlontarkan, bukan?
ia tak pernah hilang, iya, ia mengendap di alam bahwa sadar pikiran. dari kata semua akan berdampak   dalam bentuk perbuatan.  Jika kata kata tersebut menyakitkan,  ia akan berbisa dan siap membinasakan  mental dan jiwa seseorang.  Sebaliknya jika kata-kata tersebut terlontar dengan arahan , ia akan menguatkan dan membangun jiwa seseorang.


Saya juga baru menyadari, sebab kata-kata yang kita keluarkan benar-benar ada akan ada akibat yang timbul dari perkataan kita tersebut. Dedikit menyesal dan merenungi adakah dari kata-kata yang saya keluarkan  membinasakan mental dan jiwa seseorang? mengakibatkan seseorang  tersebut memiliki perilaku yang kurang baik karena trauma dengan kata-kata saya? Semoga Allah ampuni.

Mari kita belajar untuk lebih berhati-hati dalam berkata. Jangan mudah berkomentar kalo kita gatau, jangan mudah menghakimi, jangan mudah menyudutkan, jangan mudah mempermalukan seseorang terlebih didepan orang lain. ga maukan kita  adalah penyebab salah satu orang  tersebut menjadi trauma hanya kata-kata kita? Belajar belajar, berubah. Bismillah. 

Satu Hari Bersama Wanita yang Menginspirasi

Minggu kemarin,  rasa-rasanya kok ilmu,pengetahuan, dan skill  saya semakin runcing  ya, nah jadilah saya mencari informasi  seminar/training.  Mudah-mudahan dapat, karena pada dasarnya saya itu kepo dan punya insting sana sini alhasil seperti gayung yang disambut, pas buka instagram tepat sekali ada sebuah akun yang bernama @rindu ade menginfokan bahwa sabtu membuka kelas Wanna be Writer.  Workshop  untuk bagaimana caranya menulis, intinya sih gitu.

Ditambah dengan harga yang lumayan lah pas buat dikantong pikir saya, buru buru deh langsung sms untuk booking seat. Alhamdulillah saya terdaftar!

Waktu yang dinanti pun tiba, saya segera meluncuuuur ke tempat workshop. dan akhirnya ketemu juga sama teh Rindu yang saya kepoin dulu di tahun 2011. Akhirnya ya ga ada yang kebetulan 4 tahun cuma baca tulisannya sekarang disebelahnya hehe.  Dengan sok SKSD "teh ini akuloh rossy, aku juga bawa buku PPT 1 jaman awal teh rindu belum muncul dipermukaan hehe" untung teh rindu ramah ya, kalo ga  mungkin siapa lo? :D

Kalo ditanya, apasih yang kamu dapetin  ikut training yang mungkin banyak yang dibilang mahal, udah gitu jauh? dengan sigap saya akan jawab.  Banyak! banyak banget yang saya dapatkan pelajaran dikelas ini, lagi lagi saya bersyukur uang yang saya keluarkan gak sia-sialah pokonya hehe. Jadi, selain ilmu menulis yang saya dapatkan di kelas WBW (Wanna Be Writer) ini saya bertemu dengan wanita-wanita kece, mereka rata-rata sudah menikah dan waaah semangatnya jauh saya kalah. Dalam hati yampun kemana aja ya gue selama ini? mereka yang udah nikah aja aktif banget. keliatanya juga mereka udah dititik hidupnya yang 'gue banget.  Salut sih pokonya.


Baru pertama ketemu, tapi mereka begitu hangat dan terbuka, beda sama saya masih malu-malu tapi karena keramahan mereka saya jadi ga malu lagi deh. Bahkan diam-diam saya belajar dan mengamati  dari mereka dan nanya-nanya.  Kapan lagi kan ketemu orang yang punya energi positif kalo ga dimanfaatkan? hehe.


Saya juga banyak belajar dari teh Rindu ah I'm happy, oficially she is my mentor :p Teh Rindu,  yang diam-diam orangnya sosial banget. Jarang meliput kegiatan sosialnya ternyataaa punya segudang agenda yang luar biasa untuk sosial. Bukan itu juga saya belajar tentang hidup sama teh rindu, semangatnya teh rindu buat bertahan walaupun kondisinya sedang sakit, dan kondisi menjalani hidup tanpa ibu *hiks berasa rasa ego hidup saya luntur. Fix masalah saya ga seberapa sama masalah teh rindu. yes, she can do and fight with her life. Kenapa saya gak bisa?

 Makasih Teh rindu, dan beserta mbak Vera, Wafa,Ira, Wiwid, satu lagi mba lupa *maaf* hehe waktu cepat berlalu ya, tapi sudah banyak  mengajarkan saya.  Gimana kalo lebih lama ya? sampai jumpa, semoga ada pertemuan yang jauh lebih menginspirasi lagi. ditunggu. I love ya All :)





Selfie with Inspiring women


ah terkadang manusia itu egois ya hanya memikirkan diri sendiri, merasa kadang kalo punya masalah hambatan hidup merasa paling menderita  ternyata pas ketemu orang, ada yang masalah jauh di atas kita tapi respon dia tetap tenang tuh *ngomong ke diri sendiri*
Yang membedakan kita dengan pesakitan yang lain adalah kemampuan hati kita menerima semua ini, yang menguatkan kita adalah seberapa yakin kita bahwa ada kekuatan yang maha dahsyat yang tak pernah meninggalkan kita, yaitu ALLAH..
- Teh Rindu

muslimah itu nyenengin bukan nyakitin

"ih jilbabnya ga nutup dada" 
"ih ga malu apa, pacaran kan dosa"
"males ah main sama itu orang, shalat aja jarang"

Pernah atau sering mendengar kata-kata demikian?  atau kitalah sebagai pelaku yang diam-diam  berkata  seperti itu? secara ga sadar, kita sering dengar atau mengucap kalimat tersebut dengan manisnya terlontar  dari bibir kita tanpa melihat efek dari ucapan tersebut.


Saya mau bagi sedikit pengalaman, jujur ya  dulu, saya termasuk dari pelaku yang demikian.  kalo kata Asma Nadia itu bagian jadi muslimah yang nyebeliin. Suka banget ini hati sama bibir komentar yang ga sesuai sama norma. kadang ga terdengar dalam bibir  sih, tapi pasti ada aja ini hati ngomentarin. Padahal mah Allah maha mengetahui ya? Astaghfirullah.

Dulu  apa-apa dikomentarin, melihat perbedaan itu mbok kaya permusuhan, merasa diri paling benar karena sering datang ke kajian, merasa  ga punya dosa karena khimar kita lebih panjang dan lebar, melihat orang pacaran kaya udah ngeliat orang berzina didepan mata. duh!

Apa yang akhirnya saya dapatkan? saya jadi tertutup pikiran dan pandangan saya tentang dunia luar, fokus sama yang itu itu aja, orang yang tadinya mau deket gara gara skeptis kita jadi orang menjauh. Akhirnya saya tersadar hal itu gak baik buat hidup saya. Saya jadi tinggi hati, merasa diri paling suci. kalo inget kejadian lampau itu ga banget deh. ya mbok pantes banyak yang ga mau deket sama saya ya? ternyata  salahnya ada pada  saya.

err Jangan sampai kejadian saya, terulang di dirimu ya. Kalo kamu masih ada diposisi saya yang kaya dulu, yuk yuk pelan-pelan  ubah kebiasaan demikian, beneran loh ga enak punya kebiasaan kaya gitu. Dampaknya tuh kita kaya merasa diri paling benar, paling suci dan parahnya tuh orang ga jadi ga suka sama kita.

Yang tadinya mau deket gara gara sikap skeptis kita orang jadi males. bahkan parahnya orang yang tadinya mau belajar agama islam udah ajdi males duluan gara-gara sikap kita. ga mau kan?

Mungkin niat kita benar ingin menasihati, namun terkadang lupa cara menasihati ada caranya.
 Terkadang  kita juga  lupa, bisa aja orang yang kita jatuhkan ternyata kedudukannya lebih mulia dihadapan Allah, bukankah Allah jauh lebih mengetahui dari segala-galanya di dalam diri?

 Perbaiki lagi niat, ucapan, dan perluas lagi wawasan dan pikiran. Baik kok mengingatkan orang lain tapi jangan sampai akhirnya menjatuhkan ya? kalaupun ternyata kita belum mampu menasihati, lebih baik diam, tadahkan tangan dan doakan deh.

Mari berubah dan berbenar diri! ga ada perubahan karena Allah itu terlambat! semangat!



Tolong! Aku Kena Sindrom Psikologi!



  

Sumpah, tulisan ini terinspirasi banget dari adek tercinta yaitu Itsna *thx na* wkwk. Ia seorang MABA  alias Mahasiwa Baru dari salah satu Universitas Negri Jakarta dimana ia mengambil jurusan yang sama dengan Saya yaitu Psikologi. Seperti biasa karena rasa penasaran setiap ketemu Dia,Saya selalu tanya  dan diskusi atas apa yang ia pelajari beserta situasi/kondisi lingkungan kelasnya hehe *sok senior*

Beberapa kali ia selalu menjawab,  bahwa setelah belajar di psikologi ia jadi paham "oh orang tuh begini karena begini. Kemudian terdengar ada kalimat yang ia keluarkan "iya ka misal ya kalo ngeliat temen dia perilakunya kaya gini, biasanya kita bahas pasti orangnya karakternya kaya gitu tuh kaya kita analisa gitu ka"  sebagai pendengar yang baik Saya menyimak dan menganguk  dan Saya pun tak kuasa tertawa haha.

 Ternyata Dia  terjebak juga toh apa yang Saya alami dulu. Setelah asyik  menyimak ceritanya, Saya meledek "ciye kena Psychology  syndrome tuh" awalnya sih ia kaget "apan tuh ka" dengan gamblang Saya menjawab "itu loh na setiap kita abis belajar Kita sok banget berusaha banget praktekin atau nyambung-nyambungin gitu apa yang Kita pelajari"  dan dengan polos menjawab " oalah, masa sih ka? " hooh na hooh"

Hem.. sebenarnya, Saya ga tau istilah yang tepatnya apa, mungkin ada yang tau istilahnya apa?  kalo Saya sih menyebutnya  Psychology Syndrome. Maksudnya Kita kena sindrom ilmu psikologi gitu,  setelah Kita pelajarin Kita berusaha banget buat praktekin, aplikasiiin atau nyambung-nyambungin  diiringi dengan sikap yang sok proffesional gitu haha. (maaf ya kalo ternyata ada istilahnya, dan Saya salah :D) 

Dari cerita Itsna, membuat Saya jadi teringat beberapa lalu, setelah belajar materi psikologi dan  pas ketemu kejadian yang pas Saya pelajari,  Saya berusaha untuk menyambung-nyambungkannya. Misal dari cara ngomong pake istilah psikologi yang bagi awam itu jarang denger, kemudian waktu Saya belajar tentang aliran psikologi seperti aliran psikoanalisa, dimana psikoanalisa dari teori Sigmun Freud mengatakan bahwa perilaku seseorang di masa lalu itu berpengaruh di masa sekarang. Nah, beberapa waktu kedepannya Saya menemukan atau menerima curhat ya kalo ga salah, bahwa ada seorang yang berperilaku demikian Saya berusaha menganalisa sendiri wah kayanya ada masalah nih di masa lalunya, ada masa yang harusnya ia lewati tapi gak ia lewati wkwkw.

Ada lagi setelah Saya belajar psikodiagnosa lima kalo ga salah grafis, dimana  Saya mempelajari  alat test baum, warteg dll. Setelah Saya tau disetiap garis ada maknanya, mau tau gak setelah itu dengan bangganya Saya mencari pasien untuk minta gambar hahaha.  Setiap orang yang Saya kenal, saya minra/ todong buat gambar haha. Kaka saya sendiri  pun salah satunya jadi korban,  Saya sodorin kertas dan pensil " ayo kak gambar pohon deh" dan polosnya Dia  mau lagi hehee. Setelah Dia gambar Saya coba analisa yang Saya pelajari, wah ketauan nih kaka Saya begini begini orangnya hahhaa.


Kurang lebihnya begitulah hehe. kalau dinget-inget lagi jadi lucu dan geli sendiri sih hueuuee.  Saya ga tau apakah cuma Saya terjebak sindrom demikian atau kamu juga? mungkin bukan cuma jurusan psikologi kali ya, jurusan yang lain gimana?

Intinya, It's okay sih menurut Saya memiliki sindrom demikian. Sindrom/gejala  yang bagus. Berarti ilmu yang Kita pelajari itu tandanya membekas dihati dan pikiran, bukan? heheh. so' atuh nikmatin  aja.  Sebelum merasakan  dimana  mau nyerah dan "rasanya mau nikah aja!"  :D